Hadiah terbaik selalu punya cerita.
Satu tim proyek datang menjelang purnabakti direkturnya. “Mau yang beda. Plakat di ruangannya sudah penuh.”
Kami balik nanya: kalo beliau lagi bekerja, yang paling kelihatan apa? Jawabannya bukan soal jabatan. Soal caranya bikin banyak lini jalan seirama, tiap kali jadwal meleset.
Kalimat itu yang jadi gambarnya. Beliau berdiri di atas balok beton pracetak memegang tongkat konduktor, truk molen dan jembatan layang jadi orkestranya.
Momen seperti itulah yang membuat sebuah hadiah jadi benar-benar berarti.








