CreativeMuda
CreativeMuda
Home Lihat Karya Blog Tentang Kami Diskusi Lewat WhatsApp

Kado Perpisahan untuk Atasan yang Pindah, Resign, atau Pensiun

Kado untuk atasan punya satu kesulitan yang nggak ada di kado untuk rekan selevel: apa pun yang kamu pilih akan terbaca sebagai pernyataan. Terlalu murah terasa asal, terlalu mahal terasa punya maksud, terlalu akrab terasa tidak pada tempatnya.

Di bawah dibahas per situasi, karena “atasan pergi” itu sebenarnya tiga hal berbeda, dan kadonya memang tidak sama.

Kenapa kado untuk atasan tidak bisa disamakan dengan kado untuk teman kantor

Tiga hal yang berubah begitu penerimanya atasan:

  • Ada penonton. Kado untuk teman diberikan berdua, kado untuk atasan hampir selalu diserahkan di depan orang banyak. Jadi bentuknya harus tahan dilihat ramai-ramai, bukan cuma tahan dilihat berdua.
  • Yang memberi biasanya “kami”, bukan “aku”. Begitu kadonya atas nama divisi, isinya juga sebaiknya mewakili divisi. Ini yang paling sering terlewat.
  • Hubungannya belum tentu berakhir. Atasan yang pindah tugas bisa jadi rekan kerja lagi lima tahun lagi, atau malah jadi pemberi rekomendasi. Kado yang terlalu bercanda bisa canggung di pertemuan berikutnya.

Jadi patokan amannya: personal boleh, akrab hati-hati. Menunjukkan bahwa kalian mengenal dia sebagai orang itu bagus. Melucu soal kebiasaannya di depan direksi itu risiko.

Tiga alasan atasan pergi, dan kadonya memang berbeda

Pindah tugas atau promosi. Kenang-kenangan pindah tugas nadanya ke depan, bukan ke belakang. Yang pantas ditonjolkan tempat barunya, bukan kenangan di tempat lama, karena buat dia ini bukan akhir melainkan lanjutan. Kado yang isinya terlalu melankolis justru terasa seperti belasungkawa.

Resign atau pindah perusahaan. Ini yang paling halus. Kadang kepergiannya tidak sepenuhnya menyenangkan, dan kamu mungkin nggak tahu ceritanya secara utuh. Amannya: berterima kasih atas yang sudah lewat tanpa berkomentar apa pun soal alasan dia pergi.

Pensiun atau purna tugas. Yang dirayakan puluhan tahun kerja, bukan kepindahan, jadi bobotnya berbeda dan biasanya anggarannya juga. Ini punya aturannya sendiri dan kami bahas terpisah di hadiah purnabakti dan kado pensiun.

Kalo kamu belum yakin yang mana, tanyakan ke satu dua orang yang lebih senior sebelum menentukan konsepnya. Salah membaca situasi di sini lebih mahal daripada salah memilih barang.

Kado perpisahan untuk atasan perempuan: karikatur seorang perempuan berhijab cokelat menunggangi harimau, dengan enam belas rekan kerja berdiri melambai di sisi kiri
Yang membuat kado atasan perempuan kena biasanya bukan kesan formalnya, tapi sifat yang sudah jadi julukan di kantor. Di karya ini, keberanian atasannya digambarkan apa adanya oleh timnya sendiri.

Kado perpisahan untuk atasan perempuan

Karikatur seorang wanita berhijab hitam berblazer menarik koper bertuliskan Next Chapter sambil melambaikan tangan, dengan gedung kantor lama di sisi kiri dan menara Taipei 101 di sisi kanan

Kesalahan paling umum di sini adalah memilih berdasarkan kategori, bukan berdasarkan orangnya: bunga, skincare, tas, karena dianggap pilihan perempuan. Hasilnya kado yang benar secara kategori tapi kosong secara isi, dan dia sudah menerima yang seperti itu berkali-kali.

Yang biasanya berhasil:

  • Sesuatu yang menyebut pencapaiannya, bukan selera pribadinya. Kamu mungkin nggak tahu ukuran atau warna kesukaannya, tapi kamu tahu proyek apa yang dia selesaikan.
  • Sesuatu yang bisa dipajang di ruang kerja barunya. Ini berlaku umum, tapi kena khusus di sini, karena benda yang dipakai di rumah nggak pernah dilihat lagi oleh siapa pun.
  • Buket sebagai pendamping, bukan sebagai kado utama. Bunga bekerja kuat di hari penyerahan dan nggak ada yang salah dengan itu. Yang keliru cuma menjadikannya satu-satunya.

Karya di atas dibuat untuk atasan yang pindah ke kantor di negara lain. Yang bikin ia bekerja bukan gambarnya, tapi koper bertuliskan “next chapter” dan dua gedung di kiri kanan: yang ditinggalkan dan yang dituju. Detail seperti itu yang tidak bisa dibeli jadi.

Kado perpisahan untuk atasan pria: karikatur pria berjas gelap berdasi biru berlari dengan kepalan tangan terangkat, berlatar gedung kantor pusat perusahaan listrik negara
Untuk atasan pria yang pindah tugas, latar tempat kerjanya sering lebih dikenali daripada potret wajahnya sendiri. Gedung dan seragamnya yang bikin rekan-rekannya langsung tahu siapa yang digambar.

Kado perpisahan untuk atasan pria

Karikatur seorang pria berjas hitam melambaikan tangan dari mobil SUV putih, dengan rekan-rekan kerjanya berdiri di depan gedung kantor memberi salam perpisahan

Masalahnya kebalikan dari yang sebelumnya. Untuk atasan pria, orang biasanya lompat ke benda formal: plakat, jam, pena, set kemeja. Aman, tapi hampir selalu mendarat di kategori yang sama dengan kado dari kantor sebelah.

Yang membedakan biasanya satu hal kecil yang cuma diketahui satu divisi. Hobinya, kalimat yang selalu dia ucapkan di rapat, mobil yang dia pakai setiap hari, atau kebiasaan yang selalu jadi bahan tertawaan ringan.

Karya di atas contohnya. Yang digambar bukan pose resmi, tapi adegan yang benar-benar terjadi: dia melambai dari mobil, semua orang berdiri di depan gedung. Siapa pun yang ikut hari itu langsung mengenali momennya.

Satu catatan praktis: kalo atasannya akan pindah ke kota lain, sebutkan tujuannya ke kami. Itu detail yang paling sering bikin penerimanya diam sebentar waktu melihat hasilnya.

Sketsa pensil kado perpisahan untuk atasan, seorang kepala bagian berkacamata mengendarai mesin gilas jalan di tepi hutan, dengan nama dan jabatannya tertulis di sudut atas
Buat atasan yang puluhan tahun bekerja dengan alat beratnya, mesinnya ikut digambar selengkap orangnya.

Patungan satu divisi: cara menghitung supaya nggak ada yang keberatan

Hampir semua kado atasan dibayar patungan, dan di situlah sebagian besar rencana gugur. Bukan karena orang pelit, tapi karena cara menawarkannya keliru.

Urutan yang biasanya mulus:

  1. Tentukan dulu kadonya, baru sebarkan angkanya. Kalo yang dilempar duluan pertanyaan “mau patungan berapa”, jawabannya akan berbeda-beda dan kamu terjebak di angka terkecil.
  2. Sebutkan angka per orang, jangan pernah angka total. Ini yang paling menentukan. Satu juta terdengar besar; delapan puluh ribu per orang untuk dua belas orang terdengar wajar, padahal keduanya sama.
  3. Beri satu angka, bukan rentang. Rentang membuat orang memilih yang terbawah, lalu totalnya kurang dan kamu harus menambal sendiri.
  4. Sediakan jalan keluar yang tidak memalukan. Selalu ada yang lagi nggak punya uang. Satu kalimat seperti “yang belum sempat nanti saja” cukup, dan itu mencegah orang menghindari grup.
  5. Catat siapa yang sudah ikut di tempat yang kelihatan semua orang. Bukan untuk menekan, tapi karena orang ikut lebih cepat waktu melihat yang lain sudah ikut.

Soal siapa yang mengumpulkan: sebaiknya bukan yang paling senior di divisi, karena orang sungkan menolak dan ikut karena terpaksa. Yang paling lancar biasanya satu orang di tengah, yang dikenal semua orang tapi nggak punya kuasa atas siapa pun.

Kalo kamu ingin tahu angka totalnya lebih dulu supaya bisa dibagi, hitungannya kami buka di harga karikatur wajah. Yang paling menentukan bukan gayanya, tapi berapa wajah yang ikut masuk.

Lima hal yang sebaiknya dihindari

  • Barang yang menyinggung selera pribadi yang kamu tebak. Parfum, pakaian, dan barang berukuran masuk kategori ini. Peluang salahnya besar dan salahnya terlihat.
  • Kado yang melebihi kepantasan hubungan kerja. Nilai yang terlalu besar dari satu orang bisa terbaca nggak enak, dan di sebagian instansi memang ada aturannya. Kalo ragu, patungan menyelesaikan masalah ini sekaligus.
  • Lelucon internal yang butuh dijelaskan. Kalo harus dijelaskan di depan orang banyak, ia sudah gagal di detik pertama.
  • Benda yang tidak jelas mau ditaruh di mana. Kado besar yang dibawa pulang naik motor jadi beban, bukan kenangan.
  • Kartu yang ditandatangani asal-asalan. Ini paling sering. Kartu berisi lima puluh tanda tangan tanpa satu pun kalimat justru menunjukkan nggak ada yang sempat memikirkannya. Kalo butuh contoh kalimatnya, ada di 50 ucapan farewell dan kata-kata perpisahan kerja.

Kalo waktunya tinggal beberapa hari

Ini situasi yang paling sering, dan bukan perasaan: dari pesanan kami yang tenggatnya tercatat, jaraknya ke hari acara median empat hari, dan 64 dari 165 masuk kurang dari tiga hari. Jadi kamu tidak sedang terlambat secara tidak wajar.

Yang bisa dilakukan, diurutkan dari yang paling menolong:

  1. Kunci jumlah orangnya sekarang, jangan tunggu semua konfirmasi. Daftar nama yang terus berubah adalah penyebab nomor satu rencana kado batal.
  2. Kumpulkan foto dari grup yang sudah ada. Nggak perlu foto baru. Foto acara kantor tahun lalu biasanya sudah cukup, dan tidak membocorkan kejutannya.
  3. Sebutkan tanggal acaranya di awal ke siapa pun yang mengerjakan. Jawaban “nggak keburu” yang diberikan hari ini jauh lebih berguna daripada yang diberikan besok lusa.
  4. Kalo memang mepet, pisahkan penyerahannya. Kartu dan ucapan diserahkan di hari H, karyanya menyusul. Itu jauh lebih baik daripada memaksakan hasil yang buruk di hari H.

Sesudah konsepnya diputuskan

Bentuk, ukuran cetak, dan urutan pengerjaannya ada di halaman karikatur perpisahan dan kado farewell kantor. Contoh karya untuk berbagai jabatan dan instansi ada di galeri karya.

Kalo kamu masih di tahap paling awal dan belum tahu mau bentuk apa, cara mempersempitnya kami tulis di kado yang berkesan dan cara memilihnya.

Sebutin tanggal acaranya lewat WhatsApp, nanti kami cek keburu atau tidak. Gratis, dan nggak harus langsung pesan.