Nggak semua cerita di CreativeMuda itu manis dan menginspirasi. Ada juga yang pahit dan bikin kita belajar banyak hal.
Salah satunya kejadian tahun 2019. Masih keinget banget.
Waktu itu, ada klien dari Jakarta yang pesan karikatur… bukan 5, bukan 10, tapi lebih dari 30 wajah. Kita seneng banget dong. Deg-degan juga, tapi mostly bersyukur.
Pesanan yang harus jadi malam itu juga
Klien ini pesan express. Harus selesai malam itu juga, karena besok pagi lukisan itu bakal dipakai buat acara penting.
Waktu itu kami cuma bisa kirim barang dari Surabaya. Jadi kalo ada klien Jakarta yang butuh cepet, biasanya kami kirim file-nya ke mitra cetak di sana, dan mereka yang bantu cetak+bingkai.
Prosesnya biasanya smooth. Tapi malam itu beda.
Klien minta revisi, cukup banyak. Tim kami kerjain semampunya, dan karena pengen kasih hasil terbaik, kita lembur sampai larut malam. Sekitar jam 11 malam akhirnya kami kirim revisi terakhir.
Tapi di situlah masalahnya…
Mitra cetak kami di Jakarta udah tutup dari jam 8 malam. Dan kami… jujur aja, waktu itu nggak ada plan B.
Klien bilang, “Tolong banget bisa bantu dicetak ya malam ini. Besok pagi harus banget dipakai.”
Kami cuma bisa kirim file HD-nya. Dan bilang, “Maaf ya kak, udah tutup semua tokonya.”
Kami sempet coba hubungi beberapa teman di Jakarta, tapi udah pada nggak bisa bantu. Sementara toko bingkai 24 jam? Nggak nemu. Dan… kami menyerah.
Paginya
Paginya, klien marah.
Dan kami bisa paham 100%. Klien udah bayar mahal, berharap total. Tapi kami gagal bantu di bagian paling penting.
Bukan salah siapa-siapa, tapi kami sadar, waktu itu kami terlalu fokus ke prosedur, bukan ke solusi.
Seharusnya kami lebih kreatif nyari jalan. Seharusnya kami fight sampai titik terakhir. Seharusnya kami jadi bagian dari “berhasil”-nya acara mereka. Tapi kami berhenti di “tugas kami udah selesai.”
Setelah kejadian itu, kami diem cukup lama. Nggak cuma karena kecewa, tapi karena malu juga.
Yang berubah sesudah itu
Tapi dari situlah kami mulai berubah. Kami evaluasi sistem, bikin SOP baru, dan tanamkan ke semua tim: kita bukan cuma pembuat karya, kita adalah problem solver.
Kami mulai biasain diri untuk mikir plan A, B, C. Kalo ada klien urgent, kita siap turun langsung cari solusi bareng. Kita ajarin diri kita sendiri buat jangan terlalu “birokratis”. Fokus di hasil akhir yang klien butuh, bukan cuma apa yang tertulis di form pemesanan.
Dan dari sana, pelan-pelan kami bangun lagi kepercayaan.
Sekarang, rating Google kami bintang 5 dari puluhan ulasan. Kami juga dapet banyak repeat order. Bukan karena kami selalu sempurna, tapi karena kami selalu mau memperbaiki.
Kami nggak malu cerita ini. Karena ini bagian dari perjalanan kami jadi lebih dewasa.
Hari itu kami kecewain satu klien.
Tapi sejak itu, kami janji: jangan pernah kecewain yang lainnya.
Terima kasih buat semua klien yang udah percaya, dan maaf kalo dulu kami belum seperti sekarang.
Ulasan dan foto penyerahan dari klien lain, termasuk yang datang sesudah kejadian ini, ada di halaman testimoni. Cara kerja kami sekarang, termasuk urusan tenggat dan cetak yang dulu bikin kami gagal, ada di jasa karikatur digital.